Kuningan, Uniku (Universitas Kuningan) bersama FMI (Front Mahasiswa Islam) mengadakan acara Tabligh Akbar dalam rangka Milad PGSD yang ke-6 dengan tema Pemuda Di Hari Ini Pemimpin Di Hari Esok dan secara khusus mengundang ulama FPI yaitu Habib Hanief bin Abdurrohman Al Atthos, Lc dan KH. Abdul Qohhar Al Qudsy, Lc. (Kamis, 26 September 2019).

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen Uniku, DPW FPI Kuningan dan sayap juang FPI seperti LPI, FMI, MUFMI, FSI, HILMI, BAT, MPI serta warga setempat.

"Ini merupakan agenda yang bagus untuk mahasiswa, karena selain belajar, mahasiswa juga harus beretika (dengan menuntut ilmu agama pada ulama). Kamipun ikut Kiyai untuk mendukung tidak disahkannya RUU P-KS (menolak RUU P-KS). Harapannya semoga mahasiswa dan lembaga di luar kampus bisa terus bekerja sama karena mereka adalah penerus bangsa," Tutur Adi mahasiswa Uniku fakultas Ekonomi.

Dadan Mauludina (mahasiswa Uniku fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) sebagai ketua panitia pelaksana berbarap acara ini bisa menjadikan mahasiswa lebih maju dan berakhlak serta membangkitkan semangat anak muda dalam membela bangsa dan negara.

Acara diawali dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW, lalu mauidzotul hasanah dari ketua tanfidzi FPI Jabar yaitu KH. Abdul Qohhar.

Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa syarat utama seorang pemuda bisa menjadi pemimpin di masa depan ialah iman yang kuat dan aqidah yang lurus serta menjadikan hukum dan aturan Allah diatas segalanya.

Seorang pemuda terutama mahasiswa harus cerdas dalam perang pemikiran (al ghozwatul fikri) dan memahami betul bahaya dari Sepilis (Sekularisme Pluralisme Liberalisme) dan Sinkritisme guna menjaga aqidah dirinya dan masyarakat dari faham tersebut. Hal itu pula yang melatarbelakangi dibentuknya FMI agar tetap berada dalam aqidah yang benar yaitu aqidah Aswaja (Ahlussunah Waljama'ah).

Dalam kesempatan yang sama, beliau memberikan contoh faham Sepilis ini yaitu film The Santri (pluralisme) dimana seorang santri memasuki gereja kemudian memberikan tumpeng. Begitu juga faham Liberalisme yang kini tengah gencar dibela oleh pemerintah dan segelintir ulama su' (ulama yang buruk) melalui pengesahan RUU P-KS.

Beliaupun meminta  mahasiswa Uniku mengadakan audiensi kembali dengan pihak DPRD tentang penolakan RUU P-KS dan RUU lainnya yang bermasalah agar pemerintah mengetahui bahwa mahasiswa Uniku adalah mahasiswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta menolak faham sepilis.

"Ini pertama kalinya di Jawa Barat bahkan mungkin di Indonesia, sebuah Universitas mengadakan acara Tabligh Akbar yang secara resmi mengundang ulama dari FPI. Walaupun memang kalo acara presentasi ke beberapa kampus sudah sering," Tegas Kyai Abdul Qohhar dengan bangga dan penuh apresiasi.

Acara ditutup dengan do'a dan ijazah sholawat Al Khoir yang disusun langsung oleh Al Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab. Solawat ini dibaca setiap pagi dan sore.

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم يا ولي كل خير ويا معطي لكل خير
ويا متفضلا بكل خير صل على سيدنا محمد إمام اهل الخير صلاة تفتح لنا ابواب كل خير وتغلق علينا بهاابواب كل ضير وعلى اله وصحبه واتبا عه عددكل خير

Bismillahirrohmanirrohim
Allahumma ya waliyya kulli khoir wa ya mu'thiya likulli khoir wa ya mutafadhilan bikulli khoir sholli 'ala sayyidina Muhammadin imami ahlil khoir sholatan taftahu lana abwaba kulli khoir wa tughliqu 'alaina biha abwaba kulli dhoir wa 'ala alihi wa shohbihi wa atba'ihi 'adada kulli khoir.

Semoga universitas lain di seluruh Indonesia bisa mengikuti kebaikan dan mengambil tauladan dari acara Tabligh Akbar di Universitas Kuningan ini.
















Sumber : Faktakini.net
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda