Sabtu, 23 Maret 2019


FPI-Jabar.com - Tasikmalaya, Aksi solidaritas terhadap Muslim New Zealand (Selandia Baru) yang menjadi korban pada tragedi pembantaian di mesjid an nur Selandia Baru yang diikuti oleh ribuan kaum muslimin di Kota Tasikmalaya, pada hari jum'at 22 Maret 2019 berlangsung dengan lancar dan khidmat. 

Walaupun diguyur hujan cukup deras, mereka menyuarakan satu kata "HUKUM MATI BRENTON TARANT  THE REAL TERORIST PEMBUNUH KAUM MUSLIMIN"

KH Ma'sum Ahmad Hasan Imam FPI Jawa Barat, dalam orasinya menyatakan, "Bahwa pembunuhan ummat islam di selandia baru membuktikan, bahwa teroris sesungguhnya bukan islam dan kaum muslimin, justru umat islam lah yang jadi korban terorisme, sehingga dunia harus membuka mata lebar lebar, bahwa stigma teroris yang selama ini sering dialamatkan kepada kaum muslimin adalah fitnah besar" tutur kiyai yang juga pengasuh pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah Cikole Ciamis.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Yan-yan Al bayani.S.Kom.I., M.Pd Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya menuntut pemerintah Selandia Baru agar menghukum mati si Brenton Tarant yang telah berbuat sadis dan biadab terhadap kaum muslimin" dalam orasinya di atas mobil komando Brigade Tholiban di bawah guyuran hujan yang cukup deras.

Aksi yang diikuti oleh elemen ormas islam, santri dari berbagai pondok pesantren, mahasiswa dan pelajar, jamaah majlis ta'lim, dzikir dan sholawat, serta warga masyarakat umum berahir pada pulul 15.00 dan ditutup dengan sholat ashar berjamaah di Mesjid Agung Kota Tasikmalaya.

#saatnya umat islam bersatu melawan teroris sesungguhnya#
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda