Jum'at, 1 Februari 2019

FPI-Jabar.com - Tasikmalaya, Jum'at ba'da sholat magrib 1 Februari 2019 bertempat di Majlis Ratib Al Musthofa jln kapten Naseh Panglayungan kota Tasikmalaya, sejumlah santri dari berbagai pesantren yang tergabung di FSI (Front Santri Indonesia) dipimpin Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ust Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I.,M.Pd, Ketua FSI Kota Tasikmalaya KH Aen Harmaen S.Ag mengikuti kegiatan pembacaan Ratib (kumpulan dzikir dan sholawat).

Pembacaan Ratib tsb dipandu oleh Penasihat FSI Kota Tasikmalaya Habib Abu Bakar bin Hasan bin Musthofa As Segaf dan Sekretaris FSI Habib Soleh bin Idrus bin Hud Al Aydrus.

Pada kesempatan itu, ratib yang dibaca adalah Ratib Al AYDRUS  karya Al Alamah Al Habib Abdulloh Al Aydrus bin Abi Bakar As Sakron, Ratib Al ATHOS karya Al Alamah Al Habib Umar bin Abdurrohman Al Athos, Ratib Al HADAD karya Al Alamah Al Habib Abdulloh bin Alawi Al Hadad.

Santri harus cinta ilmu agama, santri ngarus ngaji ke kiyai, santri harus dekat dengan para ulama, in sya Alloh nanti jadi generasi yang siap bela ulama dan agama, tutur Habib Abu Bakar As Segaf dalam tausiyahnya sebelum pembacaan Ratib.

Ketua FSI Kota Tasikmalaya KH Aen Harmaen yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Padayungan menuturkan, FSI adalah salah satu sayap juang FPI di bidang pengembangan pendidikan pesantren. FSI dideklarasikan satu tahun yang lalu di Banten oleh Al Habib Muhammad Hanif bin Abdurrohman Al Athos menantu dari Sayyidil Walid Al Habib Muhammad Riziq bin Husein Sihab Imam Besar FPI.



Ditanya tentang kiprah nyata kegiatan  FSI, Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ust Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I., M.Pd menjelaskan, setelah pembentukan komisariat FSI di berbagai Pondok Pesantren, program FSI Kota Tasikmalaya selanjutnya adalah kajian kitab kuning secara rutin seminggu sekali bergilir dari pesantren ke pesantren, yang diawali pembacaan ratib Al Hadad, Al Aydrus, Al Athos dan maulid Al Barjanji serta Simtudduror.

Pemahaman kitab kuning begitu sangat penting, agar santri memahami agama berdasar manqul anhu yang jelas dari berbagai kitab kitab yang disusun oleh para ulama. Sebab hari ini, banyak orang yg memahami agama cuma mengandalkan hasil broshing via mbah google, dan itu sangat berbahaya bila tidak memahami dari teks aslinya, tutur Sekretaris FSI Kota Tasikmalaya Habib Soleh bin Idrus bin Hud Al Aydrus.

Selanjutnya terkait banyaknya bencana yang melanda indonesia ahir ahir ini,Penasihat FSI sekaligus pengasuh Majlis Ratib Al Musthofa Al Habib Abu Bakar bin Hasan bin  Musthofa As Segaf berpesan, perbanyak ibadah dan jauhi maksiyat. Kemaksiyatan harus diberantas, sebab ketika azab turun, maka yang kena bukan cuma pelaku maksiyatnya saja, tapi orang yang tidak melakukan maksiyat pun bisa kebagian, karena tinggal di wilayah yang sama dengan si pelaku maksiyat.

Kegiatan malam tsb, selain di hadiri oleh ratusan santri dan pengurus FSI, juga dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dan Cabang FPI Kota Tasikmalaya beserta jamaah ratib Majlis RATIB Al Musthofa.(y_y)

Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda