Top News

FPI Online

FPI-Jabar.com - Sumedang, Bulan Suci Ramadhan merupakan kesempatan terindah untuk saling berbagi kepada sesama, Kesempatan ini digunakan oleh FPI Kabupaten Sumedang bersama Gabungan Relawan 02 Prabowo-Sandi untuk membagi-bagikan Ta’jil kepada pengguna jalan di kawasan Taman Telor, sumedang kota, Jawa barat, pada Minggu (12/05/19).

Kegiatan tersebut dilakukan oleh puluhan anggota dan relawan 02, dimulai sekitar jam 16:00 WIB sampai menjelang Magrib. Bertujuan untuk menanamkan kepekaan sosial bagi anggotanya sekaligus mempublikasikan kemenangan pasangan 02 Prabowo Sandi di Kabupaten Sumedang sesuai hasil Pleno KPUD Sumedang bahwa perolehan suara 02 berjumlah 408.929 suara (56,8% ).

“Semoga kegiatan berbagi Ta’jil bisa membantu sesama serta menjadi amal ibadah untuk FPI Sumedang bersama Gabungan Relawan 02 Prabowo Sandi dan Harapan.. Semoga persatuan yg sudah terjalin bisa terus kukuh “. Ungkap H.Dede S Ikom Selaku ketua FPI Sumedang.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan bantuan telah memilih dan memenangkan Prabowo-Sandi di-Sumedang”, imbuhnya.






FPI-Jabar.com - Kuningan, Dewan Pengurus Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kuningan Jawa Barat, didalam meyikapi datangnya bulan suci Eomadhon, Kabid Hisbah FPI Kab. Kuningan bersama pengurus Laskar Pembela Islam Markaz Wilayah (LPI MAWIL) Kuning, bersilaturahmi bersama SATPOL PP Kab Kuningan didalam merencanakan dan berkolaborasi didalam menjaga kesucian bulan suci Romadhon.

"Agar tercipta kondusifitas dan terbebas dari pelanggaran syariat selama bulan suci,  maka kami bersilaturahmi kepada Para petugas penegak Perda Kab Kuningan"  (Ustadz Opi Syarofi Kabid Hisbah FPI).

Audensi Dihadiri Oleh Indra Purwantoro S.AP Kepala Satuan Pamong Praja Kabupaten Kuningan, Sudarsono Kabid Ketertiban, Hendriyana bagian Lapangan Pamong Praja.


"Hukuman terhadap pelanggar yang menodai Bukan Suci Ramadhan untuk warung dan Tempat Hiburan kami akan berikan peringatan kepada yang bersangkutan. Kalo masih bandel kita tarik Perda yang ada di kabupaten Kuningan. Kita akan mengedapan kan etika.

"Kita mengakui bakal banyak pelanggaran dan akan kita sanksi untuk  tempat hiburan malam kalau masih buka di bulan suci ramadhan kita akan cabut ijinnya jika masih membandel" Ujar Bpk.Indra Purwantoro Kepala Satuan Pamong Praja.

Disetiap kecamtan ada kasi trantib untuk bersinergi dengan ulama dan LPI di lapangan.

Ada hukum adat (sosial)  dan hukum Positif (negara),  Maka demi kolaborasi dalam menjalankan tugas mulia yang elegan didalam menyikapi pelbagai permasalahan, maka sangat perlu kerjasama yang baik dilapangan antara kita " Tambah M Hasan Amiruddin (Wali Laskar Pembela Lslam kuningan).


Satuan Pamong Praja Kabupaten Kuningan Siap Bersinergi Dengan Laskar Pembela Islam untuk Merawat bulan rahmat dari maksiat Dibulan Suci Ramadhan.

Suasana audiensi yang dihadiri sekitar 35 orng tersebut sangat cair sehingga menyimpulkan kesefahaman yang sama antara kedua belah pihak.

Surat Edaran dibuat oleh Pol PP dan FPI Hari ini Jumat 03 Mei 2019 akan diEdarkan  Di Kabupaten Kuningan Secara bersama - sama.

Sumber : Mawil & Kontributor LIF Kuningan
FPI-Jabar.com - Pangandaran, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pangandaran meminta pemerintah menutup dan mengawasi tempat-tempat hiburan malam sepanjang bulan Ramadan. Secara khusus, permintaan ini disampaikan FPI melalui kunjungan ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (30/4/2019).

Ketua DPW FPI Kabupaten Pangandaran Aceng Misbah menyampaikan, pihaknya meminta pemerintah lebih ketat mengawasi dan menindak tempat-tempat hiburan malam yang masih buka selama Ramadan.

Berkaca dari tahun sebelumya, kata Aceng, meskipun pemerintah sudah menerbitkan edaran larangan operasinal hiburan malam, tapi masih banyak dijumpai pihak-pihak yang melanggar.

"Tahun ini kami minta pemerintah lebih gencar sosialisasi dan bertindak lebih tegas," ujar Aceng kepada Detikcom.

Selain tempat hiburan malam, Aceng juga mengimbau rumah makan menghargai masyarakat yang berpuasa dengan tidak membuka usaha mereka siang hari.

"Ataupun kalau ada yang buka siang hari untuk orang-orang kafir, tolong dijaga etikanya," kata Aceng.

Meskipun menyampaikan imbauan secara keras, menurut Aceng, pihaknya dalam posisi mendukung penegakan hukum oleh pemerintah. Pihak FPI, kata Aceng, tidak akan melakukan sosialisasi atau penindakan langsung terhadap para pelanggar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran Irwansyah menyampaikan, pihaknya menyambut baik kunjungan silaturahmi dan dukungan FPI Kabupaten Pangandaran. Irwansyah berjanji, pihaknya akan lebih ketat melakukan pengawasan dan penindakan terhadap tempat-tempat hiburan malam.

Saat ini, kata Irwansyah, surat edaran berkenaan dengan kegiatan bisnis bulan ramadan sedang dibuat. Tak berbeda dengan tahun sebelumnya, kata dia, isinya melarang tempat hiburan malam tutup total selama Ramadan dan rumah makan buka buka mulai pukul 16.00.

"Kami juga sedang menyiapkan spanduk-spanduk imbauan, nanti kita pasang di Pangandaran, Parigi dan tempat-tempat lainnya," jelasnya. 

H A D I R I L A H
TABLIGH AKBAR DALAM RANGKA
Peringatan Maulid Nabi & Isra Wal Mi'raj
S e r t a
Tarhib Ramadhan 1440 H

B e r s a m a :
• Babeh Haikal Hasan • Neno Warisman • Camelia Malik
• Opick • Para Tokoh Ulama GNPF MUI • Pengurus DPP FPI
• Serta Para Habaib Dan 'Alim 'Ulama Yang Lainnya

W a k t u :
Selasa, 30 April 2019
Ba'da Maghrib s/d Selesai

Tempat :
PONDOK PESANTREN AN-NUR
JL. WARGA BERSYUKUR RT 02 RW 06 PONCOL BABAKAN CISEENG - BOGOR



FPI-Jabar.com - Bogor, Bila Front Pembela Islam (FPI) itu makhluk bernyawa, Pesantren Alam dan Agrokultural Markaz Syariah barangkali adalah wajah lembut organisasi penggerak amar ma’ruf nahi munkar tersebut. Selain aktivitas Laskar Pembela Islam (LPI)-nya yang selalu hadir membantu korban bencana di seantero negeri, Pesantren Markaz menjadi salah satu tangan FPI menebarkan rahmat Islam langsung ke masyarakat.

Pesantren Markaz Syariah didirikan sekitar delapan tahun lalu oleh Habib Rizieq.  Awalnya, Habib Rizieq benar benar terkejut dengan kuatnya pandangan anti-islam (Islamophobia) yang tak hanya melanda kalangan non Muslim, tapi bahkan umat Islam sendiri. Mereka, dalam pandangan Habib Rizieq, bahkan takut untuk menegaskan sikap sebagai Muslim yang kaffah.

“Karena itulah, pesantren ini dibangun sebagai benteng akidah ahlussunnah wal jamaah dan bercita-cita menghidupkan Islam yang benar-benar rahmat bagi alam,” kata Habib Thahir Bin Hamid Alhamid, kakak kandung Habib Rizieq.

Tamu pesantren harus rela menempuh perjalanan berliku, merayapi jalanan lereng bukit curam di lereng Gunung Gede bila hendak datang berkunjung. Dengan menembus jalanan berlumpur selebar kurang lebih tiga meter sekitar tiga kilometer jauhnya dari kampung terdekat, Kampung Lemah Neundeut di Kelurahan Sukagalih, Mega Mendung, Kabupaten Bogor, kendaraan terbaik untuk datang ke Markaz Syariah sebenarnya adalah mobil siap offroad alias four wheel drive (4WD).

“Kami perlu bikin pos-pos pemeriksan karena selama ini banyak yang datang hanya untuk menulis dan menjelek-jelekkan kami,” kata Iye Aljufri, salah seorang pimpinan FPI Bogor. Menurut Iye, dirinya tak habis pikir mengapa keadaan keseharian di pesantren tak membuat para wartawan tertentu yang menyaksikan itu tergerak untuk menulis dengan jujur.

Setelah jalanan yang agak mendaki, para tamu akan segera menjumpai beberapa kumpulan bangunan. Salah satunya sebuah masjid berdinding kayu yang bertengger di area lereng yang sudah didatarkan. Dari kejauhan pun masjid dengan ukuran panjang sekitar 40 meter dan lebar 15 meter itu terlihat sebagai masjid yang berarsitektur terbuka. Kalau pun ada dinding, dinding itu sebenarnya adalah rak-rak penuh berisikan buku-buku tebal, tepatnya kitab karena kebanyakan bertuliskan aksara dan berbahasa Arab. Beberapa dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, terutama pada buku-buku jenis kamus dan ensiklopedi. Jumlahnya puluhan ribu, berderet di keempat dinding memanjang melebar, termasuk dinding-dinding penyekat di dalam area masjid.


Dengan kemampuan membaca Arab terbatas, tampak buku-buku masyhur dari para pemikir Islam, seperti Tahafut Al Falasifah tulisan Imam Al Ghazali dan kitab Al Umm karangan Imam Syafii berada di salah satu rak.

“Belum semua buku Habib Rizieq kami bawa ke sini,” kata Habib Muhammad bin Hussein Al Attas, penanggung jawab pesantren dan menantu Habib Rizieq. “Masih sekitar segini di Petamburan.” Petamburan adalah markas besar FPI di Jakarta.

Untuk tamu yang datang dengan niat bersih, pemandangan itu saja sudah akan membuat mereka mempertanyakan stigma FPI sebagai organisasi ‘garang’. Itu terjadi pada tokoh wanita kharismatik, Mbak Tutut Soeharto, yang pekan ini datang berkunjung. “Ternyata FPI ini luar biasa, tidak brutal sebagaimana dipikirkan sebagian orang,” kata Mbak Tutut di dua puluh menit pertama kedatangannya ke Markaz Syariah.

Tak banyak santri yang menimba ilmu di sini, karena pesantren pun belum membuka luas penerimaan santri. “Baru menerima santri yang datang dari cabang-cabang FPI dari seluruh daerah,” kata Abah Rashid, salah seorang kepercayaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang saat ini tengah ‘hijrah’ di Arab Saudi.  Jumlahnya baru sekitar 100-an santri.

Namun semua itu tak harus membuat Markaz sepi dari persentuhan sosial dengan masyarakat sekitar. Setiap Jumat pesantren menggelar pengajian keagamaan, yang diakhiri makan siang gratis untuk seluruh jamaah. Waktunya mulai pukul 08 pagi, diselang shalat Jumat. Berlanjut hingga matahari mulai turun dari puncak posisinya, sebelum waktu Ashar.

Rabu pekan pertama setiap bulan selalu membuat pesantren yang memiliki luas area 70-an hectare itu laiknya punya hajatan. Juga setiap hari Sabtu. Rabu awal bulan menjadi waktu acara pengajian bulanan yang melibatkan banyak ulama dan habib dari berbagai kabupaten di Jawa Barat. Umumnya mereka datang sejak dini hari, dari berbagai daerah di sekitar Jabodetabek, bahkan Cianjur dan Sukabumi serta Lampung.

Sementara setiap Sabtu pesantren membuka diri untuk warga sekitar berpiknik di area pesantren dan makan siang gratis bersama anak-anak dan keluarga mereka. “Itu amanat dari HRS yang terus kita jaga,” kata Abah Rashid. “Makanya, tuh ada perosotan, ayunan dan alat-alat permainan anak-anak di sini.”

Di kedua momen itu, menurut Abdullah, salah seorang pengurus pesantren, area pesantren pun jadi berubah laiknya ‘pasar kaget’. “Banyak orang berjualan. Mulai jualan makanan, minuman, pakaian muslim-muslimah, atribut FPI, hingga poster para habib,” kata Abdullah. Menurut dia, pada saat-saat awal, yang datang hanya beberapa mobil. “Sekarang, lapangan parkir itu penuh,” kata dia, menunjuk sebuah dataran lapang yang bisa memuat parkir sekitar 100-an kendaraan roda empat.

Menurut Wakil Ketua Umum Pesantren Markaz Syariah, Syeikh Farid Bin Thalib, awalnya Habib Rizieq hanya berencana membangun pesantren seluas 2-3 ha. “Tapi semangat dan dukungan masyarakat begitu antusias, sehingga kini area pesantren mencapai 70-an hektare,” kata dia.

Di puncak dataran lain tampak kandang sapi dan kuda, serta areal yang ditanami sayur-mayur dan perkebunan alpukat jenis green gold, jambu kristal dan cengkeh.

Habib Musthofa Muladawilah, pengusaha ekspor buah ke Eropa dan Timur Tengah, mengatakan alpukat yang dibudidayakan santri Markaz Syariah itu berkualitas premium. “Harganya mahal. Bisa mencapai empat dolar AS per buah,” kata dia. Dia berharap  semua aktivitas itu akan membuat pesantren kian mandiri.

Sayangnya, kandang sapi berkapasitas hingga 100 ekor itu kini dibiarkan menganggur. Pasalnya, sapi perah yang selama ini dibudidayakan sudah uzur dan tidak produktif. “Satu persatu kami sembelih sebagai binatang kurban,” kata Habib Muhammad. (ep)

Sumber : duta.co
FPI-Jabar.com - Kuningan, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) mewajibkan anggota, keluarga besar dan simpatisannya untuk memenangkan H. Kuswara Sastra Permana sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jabar x  ( Kab. Ciamis. Kab. Kuningan. Kab. Pangandaran dan Kota Banjar ) pada Pemilu Legislatif 17 April 2019.

“H. Kuswara Sastra Permana memiliki tekad yang kuat dalam pembelaannya terhadap umat. Demikian juga dalam tujuannya mendorong lahirnya Undang-Undang yang sesuai dengan Syariah Islam.”

Untuk itu segenap anggota, keluarga besar dan simpatisannya FPI di Kab. Ciamis. Kab. Kuningan. Kab. Pangandaran dan Kota Banjar  diminta memenangkan caleg DPR RI itu.

“FPI ingin kemaksiatan di Jabar ini khususnya bisa dihapuskan. Kalau H. Kuswara Sastra Permana Menang mengemban amanah di DPR RI, Insya Allah beliau bisa meringankan kerja FPI melalui amanahnya,”


Menanggapi Surat Rekomendasi yang ditandatangani oleh Ketua DPP FPI KH. Muhammad Sobri Lubis dan Sekjen FPI Munarman, H. Kuswara Sastra Permana menyatakan siap mengemban amanah memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bersyariah.


“Saya sudah menandatangani Pakta Integritas bersama FPI. Tidak lain tujuannya untuk perjuangan membela umat dan mendorong lahirnya Undang-Undang yang sejalan dengan Syariah Islam,”


FPI-Jabar.com - Tasikmalaya, Sejumlah pimpinan dan anggota DPW FPI Kota Tasikmalaya mengunjungi kampung Babakan Culamega Tasik Selatan, yang merupakan wilayah yang pernah terkena longsor yang cukup parah beberapa bulan yang lalu. (Kamis, 38/3).

Di wilayah tersebut, FPI pernah berjuang bersama warga setempat hampir dua bulan membersihkan matrial longsor, merehabilitasi beberapa rumah yang rusak dan membangun kembali rumah warga yang hancur terkena material longsor.

Kemarin, warga di kampung tersebut tumpah ruah di komplek sekitar mesjid,  menghadiri  acara doa bersama sekaligus tabligh akbar dalam rangka memperingati Isro MI'raj, dengan muballigh Ust Robi Awaludin .S.Pd Sekretaris DPW FPI dan Ust Muhammad Yan - yan Al Bayani.S.Kom.I., M.Pd Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya.

"Kami akan selalu hadir di tengah ummat, dalam suka maupun duka. Kehadiran kami di lokasi yg pernah dihantam bencana longsor, akan terus berlanjut tidak hanya sesaat. Dan  Kedatangan kami malam ini di acara tabligh akbar ini, murni dalam rangka tarbiyyatul ummah, mengingatkan sesama ummat Rosululloh untuk senantiasa sam'an wa tooatan terhadap perintah Alloh dan Rosul-Nya." Tutur Ust Robi dalam ceramahnya.

Sedangkan Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya dalam tausiyahnya menekankan pentingnya ukhuwah islamiyah, sebab kunci utama kekuatan ummat islam terletak pada kokohnya persaudaraan yang dibangun atas dasar syahadatain. Kemunculan berbagai ormas islam sejatinya bukan indikator perpecahan ummat, namun sebuah potensi besar untuk bersama sama bergerak dalam pembinaan ummat secara menyeluruh. Perbedaan saluran politik pun hendaklah tidak menyebabkan rusaknya sendi sendi ukhuwah di antara sesama ummat islam dan sesama anak bangsa." Tegasnya dengan berapi api.

Sebelum tabligh akbar digelar, HILMI (Hilal Merah Indonesia) sayap juang FPI di bidang kemanusiaan mengadakan pengobatan gratis kepada warga setempat, yang mengambil lokasi di samping mesjid babakan. Warga begitu antusias menyambut pengobatan gratis HILMI - FPI, tidak kurang dari 100 orang pasien mengantri berobat di Posko Pengobatan Gratis HILMI-FPI.

Terkait dengan kegiatan  pengobatan gratis, ust Arif Budiman Ketua HILMI-FPI Menegaskan, kegiatan tsb sebagai wujud kepedulian FPI terhadap warga di lokasi yang sangat menantikan pengobatan secara gratis. Dengan stok obat yang ada, kami menurunkan team medis FPI bergerak melakukan pengobatan kepada warga," tuturnya di sela sela mengatur antrian warga yang berobat.

Sementara itu, tokoh pemuda Babakan Kang Acong menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya, atas kepedulian FPI kepada warga, dari sejak bencana melanda sampai hari ini yang tak pernah bosan membantu warga di sana, ungkapnya penuh haru.(Y-y)

Sumber : DPW FPI Tasikmalaya
Kontributor LIF Tasikmalaya

Facebook